Jawa Timur

Dinilai Politis, Nama RS Diminta Diubah

Pasalnya, singkatan namanya adalah BDH, sama dengan singkatan nama Walikota Surabaya.

Sabtu, 13 Februari 2010, 12:03 WIB
Antique
Rumah Sakit BDH Surabaya (Purnomo Siswanto | Surabaya Post)

SURABAYA POST - Nama RS Bhakti Dharma Husada (BDH) mulai dipersoalkan. Pasalnya, singkatan namanya adalah BDH, sama dengan singkatan nama Walikota Surabaya saat ini, Bambang Dwi Hartono. 

Sebagian pihak menilai nama tersebut lebih memperkenalkan nama Bambang yang saat ini maju lagi ke pilkada sebagai calon wakil walikota bergandengan dengan Saleh Ismail Mukadar.

Ketua fraksi menyatakan sepakat jika dilakukan perubahan perda tentang struktur organisasi RS BDH yang di dalamnya mengatur nama RS.

Ketiga ketua fraksi itu masing-masing FKB, KH Mochammad Naim Ridwan, Ketua FPD Irwanto Limantoro, dan Ketua FPG mendukung perubahan nama.

Selain menghindari dampak politis nama tersebut, perubahan nama juga diusulkan agar memuat nama dokter.

“Di mana pun, RS milik pemerintah selalu mengggunakan nama dokter. Berbeda dengan nama RS milik swasta,” kata Mochammad Naim Ridwan, Sabtu (13/2).

Menurut dia, nama tersebut tetap harus dihargai karena dihasilkan melalui proses yang dibahas lewat pansus dan disahkan paripurna. Karena itu, perubahannya pun harus secara prosedural pula. Salah satunya dengan mengajukan raperda inisiatif untuk menggantikan perda yang sudah disahkan tahun 2009 silam.

Bahkan, politisi yang kerap disapa Gus Naim ini menyatakan setuju usulan agar nama BDH diganti dengan RS dr Purnomo Kasidi. “Itu cocok. Selain mantan walikota yang juga memiliki jasa di Surabaya, Pak Purnomo Kasidi juga seorang dokter,” katanya.

Laporan : Fiqih Arfani



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau