SURABAYA POST – Surabaya hanya masuk urutan ke tujuh dalam peringkat 10 besar Ujian Nasional (UN) di Jawa Timur untuk kategori mata pelajaran IPS dengan nilai rata-rata 46. Peringkat pertama untuk jurusan ini diraih Sidoarjo dengan rata-rata 47,61.
Untuk jurusan IPA, peringkat pertama diduduki Sidoarjo dengan nilai rata-rata 50,66 dan jurusan Bahasa peringkat pertamanya Tuban dengan nilai 46,76. Yang menarik dalam UN tahun ini, Tuban selalu masuk peringkat 10 besar di semua jurusan.
Melihat posisi Surabaya yang kalah dibanding kota lain, Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan (Dikmenjur) Dispendik Surabaya, Ruddy Winarko, mengatakan, itu tidak masalah.
"Yang terpenting bagi kami, UN SMA sederajat bisa terlaksana dengan baik dan banyak siswa yang sudah masuk ke PTN (Perguruan Tinggi Negeri) lewat jalur PMDK dan sebagainya," ujarnya Minggu 25 April 2010.
Ditambahkan, meski kalah dibanding kota lain, khusus Surabaya rata-rata lebih baik ketimbang tahun lalu. Kalau tahun lalu tingkat ketidak lulusannya 2,5 persen, sekarang cuma 1 persen.
Pengumuman kelulusan itu sendiri, beberapa SMA sudah mengumumkannya Sabtu malam. Pengumuman ke orangtua siswa ini dilakukan melalui surat, pesan singkat SMS, maupun lewat internet.
"Ini sengaja dilakukan untuk menghindari terjadinya penumpukan massa atau konvoi sebagaimana yang sering terjadi," ujar Ruddy.
Kepala Sekolah SMA Negeri 10 Surabaya, Sukron mengatakan sekolahnya lebih memilih mengumumkan hasil UN dengan mengirimkan surat langsung ke orangtua siswa yang dinyatakan tidak lulus.
"Tapi Alhamdulillah, siswa kami lulus semua jadi tidak perlu mengirimkan surat ke orangtua siswa yang tidak lulus," katanya.
Sabtu kemarin, Dinas Pendidikan Jatim mengumumkan lebih dari 16 ribu siswa SMA sederajat di Jatim harus mengulang UN setelah tidak dinyatakan tidak lulus UN tahap pertama.
Meskipun demikian, grafik kelulusan dinilai lebih baik dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu tingkat ketidaklulusan mencapai 4,47 persen, tahun ini siswa yang dinyatakan tidak lulus menjadi sedikit lebih baik yaitu hanya 3,17 persen dari total 344.908 peserta UN dari SMA dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tahun lalu, jumlah peserta yang mengikuti UN secara keseluruhan sejumlah 206.160 peserta.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Suwanto, menyebutkan, secara lebih terperinci, jumlah terbesar yang harus mengikuti UN ulangan berasal dari tingkat SMK yaitu 7,072 persen atau sekitar 9.782 siswa dari total 138.313 siswa yang mengikuti UN utama. Sedangkan untuk SMA dari 142.792 siswa yang mengikuti UN, 2,61 persen atau 3731 siswa harus mengulang.
"Sedangkan untuk MA, dari total 63.803 siswa, yang tidak lulus sebesar 2824 atau sekitar 4,43 persen," kata Suwanto sebelum menyerahkan Daftar Kolektif Hasil Ujian Nasional (DKHUN) ke masing-masing Kepala Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten se- Jawa Timur di kantor Dinas Pendidikan Jatim Jl Genteng Kali, Sabtu.
Hasil dari nilai UN ini nantinya akan dipadukan dengan nilai ujian sekolah untuk menentukan kelulusan siswa. Suwanto menyatakan, dengan diumumkannya hasil UN kemarin, diharapkan Dinas Pendidikan masing-masing Kota/Kabupaten bisa segera mendistribusikan hasilnya ke masing-masing sekolah dan bisa segera diumumkan ke siswa sesuai jadwal yaitu Senin (26/4).
Untuk teknis pengumuman, diserahkan ke masing-masing sekolah. Suwanto juga mengimbau pengumuman dilakukan tertutup dan disampaikan secara langsung ke orangtua siswa sehingga tidak terjadi pengumpulan massa dan konvoi-konvoi.
Dalam pemaparannya, Suwanto juga menyampaikan secara umum pelaksanaan UN di Jatim cukup baik. Kalaupun sempat terjadi laporan kecurangan, namun tidak signifikan sehingga tidak perlu dilakukan UN pengganti. UN pengganti dilakukan jika dalam satu sekolah terjadi kecurangan dan muncul pola jawaban yang sama.
Daftar UN Ulangan Ditarget 28 April
Setelah Daftar Kolektif Hasil Ujian Nasional (DKHUN) diumumkan, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Suwanto, segera meminta sekolah-sekolah melalui Dinas Pendidikan di masing-masing Kota/Kabupaten untuk mendaftar siswanya yang perlu mengikuti UN ulangan. Untuk mengejar jadwal pelaksanaan UN ulangan 10 Mei mendatang, ditargetkan daftar peserta UN ulangan sudah bisa terkumpul 28 April.
"Daftar siswa yang mengikuti UN ulangan harus segera dilaporkan agar bisa segera mencetak naskah dan pelaksanaannya sesuai jadwal, 10 Mei mendatang," kata Suwanto.
Peserta UN ulangan tidak hanya mereka yang tidak lulus UN utama, tetapi juga siswa yang sakit atau sedang mengikuti training centre (TC) di luar negeri.
Menanggapi hal ini, Kabid Dikmenjur Dispendik Surabaya, Ruddy Winarko menyatakan pihaknya memberlakukan sistem otomatis. "Artinya, semua siswa yang dinyatakan tidak lulus UN utama ini secara otomatis kami daftarkan ikut UN ulangan ditambah dengan mereka yang mungkin sakit atau mengikuti TC," ujarnya. (hs)
Laporan: Angraheni Prajayanti